PERTEMUAN KE 7 "UTS PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN PROYEK"

 Nama : M. Abdi Ilal Hidayat 

Nim : 418110052 

Kelas :8b

UTS pengawasan dan pengendalian proyek 

  1. Jelaskan fungsi dan lingkup kinerja Penyedia Jasa, Pengguna Jasa dan Auditor pada UU Jasa Konstruksi No. 2 / 2017
  2. Jelaskan yang di maksud dengan DEVIASI Progress Pekerjaan pada Kurva S Schedule Proyek
  3. Pada pekerjaan beton bertulang, dikenal istilah “Setting Beton” Jelaskan secara rinci hal tersebut, disertai gambar/ilustrasi

Jawaban.

  1. Fungsi dan Lingkup Kerja pada UU Jasa Konstruksi No. 2 / 2017
    a. Penyedia Jasa adalah Pelaksana konstruksi, yaitu penyedia jasa yang memberikan layanan jasa pelaksanaan pekerjaan konstruksi yang meliputi rangkaian kegiatan atau bagian-bagian dari kegiatan, mulai dari penyiapan lapangan sampai dengan penyerahan akhir hasil pekerjaan konstruksi.

    b. Pengguna Jasa adalah perseorangan atau badan sebagai
    pemberi tugas atau pernilik pekeIjaan/proyek yang memerlukan layanan jasa
    konstruksi. Menurut Ervianto (2002), pengguna jasa adalah badan yang memiliki
    proyek dan memberikan pekeIjaan atau menyeluruh memberikan pekeIjaan
    kepada pihak penyedia jasa dan membayar biaya pekeIjaan tersebut. Pengguna
    jasa dapat berupa perseorangan, badanllembaga/instansi pemerintah ataupun
    swasta.

    c. Auditor Merupakan profesi seseorang yang berfokus kepada kegiatan auditing. Auditor biasa bekerja untuk mengaudit berbagai laporan yang berkaitan dengan keuangan dari suatu lembaga, instansi, atau perusahaan. Pemeriksaan atas kewajaran suatu laporan keuangan merupakan tanggung jawab seorang auditor, dan auditor juga harus memeriksa apakah setiap laporan tersebut telah sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi atau tidak.

2. DEVIASI progress adalah keterlambatan pekerjaan pada Kurva S Schedule Proyek adalah Mengevaluasi kemajuan pekerjaan dengan membandingkan antara time schedule yang dibuat kontraktor dan pelaksanaaan realisasi di lapangan dalam bentuk kurva S.  Sangat penting sekali karena kurva ini bisa menggambarkan aktifitas pengerjaan proyek secara umum dan lebih terkontrol.

            Sebelum reschedule, sebaiknya kurva S dianalisis terlebih dahulu untuk mengetahui penyebab keterlambatan proyek. Jika sudah ditemukan beberapa penyebab utama keterlambatan proyek maka bisa dilakukan reschedule untuk mengantisipasinya. Fungsi dari time schedule adalah mengatur pelaksanaan proyek sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan. Keterlambatan pekerjaan proyek adalah permasalahan utama dari sebuah manajemen proyek. Keterlambatan proyek bisa berakibat kepada kualitas pekerjaan, durasi pekerjaan menjadi lebih lama, biaya menjadi membengkak, dan proyek pun akan berhenti. Salah satu cara mengatasi keterlambatan proyek adalah reschedule proyek, 38 memperbaiki metode kerja, efisiensi sisa pekerjaan, dan meningkatkan kualitas SDM (Setiawan, 2008). Ada beberapa penyebab mengapa proyek harus di reschedule atau mengalami keterlambatan diantaranya pengiriman material yang sering terlambat, masalah sosial/tetangga, masalah keuangan yang tidak lancar, kekurangan tenaga kerja, spesifikasi material yang belum diputuskan oleh perencana dan owner, dan sebagainya. Dalam metode swakelola sangat berbeda dengan sistem kontraktor. Pada sistem swakelola ada kalanya banyak material-material arsitektural/interior yang belum diputuskan oleh owner. Biasanya owner menganggap material bisa diputuskan saat proyek sudah berjalan namun justru akan menganggu proses pelaksanaan sehingga terjadi keterlambatan proyek yang harus di reschedule

3. Setting Beton adalah Initial setting atau waktu ikat awal, adalah proses di mana pengikatan atau proses hidrasi sudah terjadi dan panas hidrasi sudah muncul, serta workability beton sudah hilang. Waktu total/final setting, adalah kondisi di mana beton sudah mengeras sempurna.

Menurut SNI 03-6827-2002, waktu pengikatan beton merupakan suatu
proses yang bertahap, maka setiap definisi dari waktu pengikatan beton harus
diperlakukan secara tidak tetap. Pada metode uji dengan ketahanan penetrasi ini
waktu yang dibutuhkan mortar untuk mencapai nilai-nilai ketahanan penetrasi
yang telah ditentukan untuk menetapkan dari waktu pengikatan beton.
Pengujian ini bertujuan untuk menentukan waktu ikat awal dan waktu ikat
akhir dari binder beton geopolimer. Standar pengujian setting time adalah SNI-03-
6825-2002 tentang Metode pengujian waktu ikat menggunakan alat vicat untuk
pekerjaan sipil. Waktu ikat awal akan ditentukan dari grafik penetrasi waktu, yaitu
dimana penetrasi jarum vicat mencapai nilai 25 mm.

Waktu Setting Time Beton adalah waktu yang tepat digunakan untuk memasang betonBeton kondisi basah atau setengah kering adalah beton yang bisa digunakan. Pengerasan beton dipengaruhi oleh kelembaban dan beberapa hal lainnya. Karena itulah banyak tukang bangunan yang mengecor beton sebelum mengeras sepenuhnya

Komentar

Postingan Populer